Sejarah Gunung Bromo Yang Melegenda

By   February 14, 2014

Sejarah Gunung Bromo Yang Melegenda. Wisata Gunung Bromo selain sebagai tempat wisata dan rekreasi yang menarik ternyata mempunyai sejarah yang cukup unik, termasuk asal usul dari Gunung Bromo sendiri. Gunung Bromo adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebelah timur dari obyek wisata malang. di mana nama asli penduduk lokal adalah suku tengger yang punya adat istiadat terkenal yaitu Upacara Kasodo. Gunung Bromo sudah umum dikeal masyarakat Indonsia atau dunia sebagai salah satu tempat untuk liburan yang terbaik di Jawa Timur, kenapa? karena Gunung Bromo mempunyai pesona keindahan dan daya tarik sangat kompleks. Sebuah Gunung yang punya nilai alam yang luar biasa.

Sejarah Gunung Bromo

Asal Usul Gunung Bromo

Asal usul nama gunung Bromo adalah berasal dari  bahasa Sansekerta atau  Jawa Kuno dari asal kata “Brahma ” yaitu salah satu dewa utama dalam agama Hindu. Bagi penduduk asli Bromo yaitu suku Tengger,  Gunung Brahma ( Bromo ), diyakini sebagai gunung yang suci. Setahun sekali masyarakat sekitar mengadakan upacara adat yang disebut Yadnya Kasada atau Upacara Kasodo Tengger. Upacara diadakan di sebuah pura namanya Pura Luhur Poten yang letaknya berada di lautan pasir  di bawah kaki Gunung Bromo sebelah utara . Upacara ini diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama bulan kesepuluh sesuai dengan penanggalan jawa yang menjadi legenda gunung bromo menjadi sangat terkenal

Sejarah Gunung Bromo dan Suku Tengger

Menurut cerita rakyat Tengger  kata “Tengger” berasal dari perpaduan Roro Anteng dan Joko Seger. Pada jaman dahulu kala,  sepasang suami istri hidup di sebuah dusun. Pada suatu hari, ketika sang istri sedang melahirkan anak perempuan yang sangat imut dan lucu, yang menjadi aneh ketika saat dilahirkan bayi mungil tersebut tidak menangis, sehingga oleh orang tuanya bayi tersebut di beri nama Roro Anteng. Anteng dalam bahasa Jawa berarti diam atau tenang.

Pada waktu yang bersamaan, di sebuah keluarga kecil  yang lain, dilahirkan pula seorang bayi laki-laki yang sangat tampan dan sehat yang diberi nama “Joko Seger” . Waktupun telah berlalau dan keduanya menjadi pemuda dan pemudi yang cantik dan tampan sehingga mereka menjadi sepasang kekasih yang ingin selalau bersama untuk hidup selamanya. Namun celakanya ada seorang kyai sakti yang bernama Kyai Bima yang terpikat juga dengan kecantikan Roro Anteng, sehingga nekat ingin menikahinya. Roro Anteng pun tak kalah cerdiknya dia memberi syarat ke[ada Kyai Bima jika ingin menikahinya yaitu membuatkan sebuah danau dalam tempo 1 malam. Hal ini sangatlah berat sekali, namun karena kyai Bima terlanjur jatuh cinta akhirnya menyanggupinya karena Kyai Bima adalah seorang yang sakti mandraguna.

Pembuatan danau tersebut dilakukan dengan sebuah batok kelapa, namun dalam waktu yang singkat danau tersebut akan terwujud berkat kesaktian Kyai Bima. Melihat hal tersebut Roro Anteng pun memutar otaknya supaya hal tersebut terjadi kegaga;an. Maka  dai memukulkan Palu supaya ayam lekas berkokok.

Taktik Roro Anteng berhasil, saat mendengar ayam berkokok, Kiai Bima mengira fajar sudah tiba dan dia gagal menuruti syarat Roro Anteng. Dengan Amarah yang berkecamuk dia membanting batok kelapa yang dia gunakan untuk membuat danau tadi . Batok kelapa itulah yang saat ini mrnjrlma menjadi  Gunung Batok bersebelahan dengan Gunung Bromo. Bekas galian pasirnya a menjadi Segoro Wedi atau kaldera lautan pasir yang bisa dilihat sampai saat ini.

Semoga artikel tentang sejarah gunung bromo diatas menambah wacana dan wawasan tentang keluhuran budaya bangsa Indonesi yang patut disyukuri dan di ambil hikmahnya karena wisata bromo adalah peninggalan leluhur yang harus dilestarikan.

Artikel terkait sejarah gunung bromo : Paket Wisata Malang Bromo 2017